Minggu, 25 Desember 2016

Tentang Tawar Menawar

SEKALI LAGI, TENTANG TAWAR MENAWAR PADA PEDAGANG KECIL*
*Assalamu'alaikum wr wb.
*Tadi pagi, diantara beceknya pasar tradisional, aku mau membeli beberapa ekor ayam di ibu pelangganku, si penjual ayam.*🐓🐓🐓
*Ada seorang ibu lagi menawar harga seekor ayam........*
*“mahal amat, kurangi deh, ayam kecil kayak gini, udah nggak segar lagi,”tawar ibu berambut hasil rebonding itu.*
*“25ribu itu udah pas Bu, karena sudah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30ribu,”jawab ibu penjual ayam.*
*“Ahhh 22 ribu kalo boleh, udah sisa-sisa jelek dan kurus begini kok,” tawar si ibu rebonding.*
*Mata tua penjual ayam mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan.*
*Dan tangan tua keriput itu mulai membersihkan ayam. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air panas. Beberapa luka di jari teriris pisau yg tajam, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati.*
*Dunia........*
*Kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah? Mengapa di sebagian semesta diri, kita begitu puas jika berhasil memenangkan penawaran pada orang orang yang sudah terseok-seok mencari makan?*
*Apa yang kita dapat dari hasil menawar ? 3 atau 5 ribu?*
*Akan kaya kah kita dgn uang segitu? TIDAK.*
*Uang mungkin terkumpul, tapi keberkahan hidup nggak akan didapat. Bisa jadi, saat memasak, lupa, lalu gosong dan terbuang, kerugiannya lebih dari 5 ribu. Atau bisa jadi, saat masakan udah matang, anak anak malah kehilangan selera makan, dan minta dibelikan bakso atau apalah, sehingga uang yg 5 ribu tadi habis juga, capek memasak nggak dihargai oleh anggota keluarga.*
*Apalagi menawar dengan bahasa yg tidak baik. “ayam kecil2 kayak gini, udah nggak segar, ayam kayak gini, sisa-sisa sudah jelek begini,”*
*Omongan adalah do'a. Setelah deal membeli, bisa jadi ayam itu memang membawa pemakannya menjadi tidak segar, atau ayam itu membawa kejelekan bagi pemakannya. Hati hati Bu dengan lisanmu, do'a ibu menggetarkan langit, kalimat yg burukpun bisa menggetarkan langit.*
*Aku sudah bertahun-tahun mencoba konsisten menerapkan untuk tidak pernah menawar pedagang kecil. Dengan menulis ini, aku bukannya tidak paham dengan konsekuensi, akan banyak yg menilai “ahh amal baik kok di publikasikan, riya, nggak dapat pahala,”*
*Baik, soal pahala atau tidak, biarlah menjadi urusan Alloh. kalau karena menuliskan hal ini, aku dianggap riya, lantas kehilangan pahala atas hal itu, aku ikhlas. Hanya berharap, semoga tulisan ini mampu menyentuh banyak hati yang lain, kemudian menjadi konsisten untuk tidak pernah lagi menawar ke pedagang kecil.*
*Mari kita mulai, membangun perekonomian pedagang kecil.*
*Saat kita masih meringkuk di kamar ber AC, jam 3 dini hari, kala tubuh masih dibalut oleh selimut wangi dan jiwa dibuai mimpi, ibu tua pedagang ayam itu sudah berkubang dengan aroma kotoran ayam, menyuci ayam sampai bersih, mengeluarkan isi perut ayam, dll. Sungguh bukan kehidupan yang gampang.*
*Apa ruginya kalau kita melebihkan bayaran, atau minimal, tidak menawar atas harga yg telah dia tetapkan.*
*Dalam hidup, aku merasakan, selalu di beri kejutan-kejutan oleh Alloh, Sang Pemilik seluruh kerajaan di langit dan di bumi.*
*Dalam 3 hari ini, Karena sibuk kerja, menulis, menjaga anak –anak, aku nggak sempat upload foto gamis jualanku, namun seseorang tetap membeli 3 potong gamis yg dulu pernah aku upload, transaksi 1.620.000. Aku dapat untung 120ribu. Alhamulillah. Tapi Alloh melimpahkan cintaNya dengan menggerakkan hati si pembeli gamis untuk mentransfer lebih. yg dia transfer 2.2 juta. Untung 120ribu berubah menjadi 700 ribu.*
*Tadi pagi, pembeli buku dari banjar masin, mentransfer 300ribu, seharusnya hanya 121ribu. Lagi lagi, Alloh mengirim sayangNya dengan cara tak terduga.*
*Apakah rejeki hebat ini buah dari do'a-do'aku?*
*Belum tentu......*
*Ini bisa jadi, adalah do'a dari ibu penjual ayam, tukang ikan, atau bapak penjual tahu, atau ibu tukang giling bumbu, atau bapak tua penjual pisang,dll yang pernah bertransaksi jual beli dengan ku.*
*Saat kita tak menawar, mereka ikhlas bilang “terima kasih”.*
*“terima” dan “kasih”. Mereka menerima. Lalu malaikat menerbangkan do'a mereka, mengetuk pintu langit, dan kita kelimpahan “kasihNya”.*
*Bukankah sudah jelas, tak ada sekat antara dhuafa dengan Tuhannya, bahwa do'a kaum dhuafa, do'a orang yg papa, adalah do'a yang mampu mengetuk pintu langit.*
*Lantas kenapa kita mampu memberi kado pada teman yg melahirkan seharga ratusan ribu, atau membelikan kado ulang taun ratusan ribu pada anak teman yg merayakan ulang taun di mall , bukankah mereka sudah kaya, kado kado ratusan ribu itu mereka bisa membeli sendiri.*
*Sementara kita begitu berhitung pada mereka yg telah menggadaikan jam tidur dan tenaga, mereka yang terseret seret oleh arus nasib kejamnya jaman untuk sekedar mencari uang sebagai bekal pelanjut hidup.*
*Aku sangat yakin pada seluruh ajaran dalam nilai yang aku imani. Ketika kita memudahkan urusan orang, Alloh akan memudahkan urusan kita. Ketika kita memberi satu, Alloh akan membalas ratusan kali lipat. Balasan rejeki tak hanya dalam bentuk materi yg terukur. Bisa dalam bentuk hati yg selalu gembira. Meski sederhana, tapi hati nggak pernah gundah. Nggak pernah grasak- grusuk cemas panic sampai menyerobot rejeki orang. Meski pas pasan, tapi makan enak, tidur sealu nyenyak, itu adalah rejeki yang tak terbilang harganya.*
*Buktikan saja. Jangan sesekali menawar pedagang kecil. Selalu mudahkan urusan orang lain. Jangan abiskan waktu untuk tawar menawar sampai alot, simpan waktu dan tenagamu untuk hal-hal yg lebih bermanfaat. Waktu buat tawar menawar dipangkas, jadikan itu waktu untuk bersujud di kala dhuha, atau untuk membaca alquran agar tentram jiwa dan raga.*
*Soal rejeki, kejarlah dengan cara yg baik. Serahkan hasilnya hanya pada Alloh semata.*
*Soal menghemat, bukan dengan cara menawar keras pedagang kecil, jangan ditawar, maka Alloh akan aktif mengisi ‘tabungan’ kita.*
*Dan kita akan dibuat takjub oleh cara ‘TANGAN’ Alloh bekerja.*
*Akan banyak kejutan cinta dari Yang Kuasa.*
*Yakin seyakin yakinnya, karena Alloh, tak pernah sekalipun ingkar janji.*
*Semoga bermanfaat*🐓🐓🐓
Copas

Kabar Gembira Bagi kita semua

Bismillah
Kabar gembira untuk kita semua kalau fatimah butik kembali membuka open pre order dengan model yang sekarang lagi hits model kekinian. Bisa dipakai untuk acara yang resmi atau juga acara keluarga. Nyaman dan suport untuk ibu yang menyusui aktifitas menggendong atau aktifitas yang lainnya.

Dalam pemilihan bahan kami selalu memilih bahan yang berkwalitas, tetap nyaman saat dipakai dan juga adem cles dingin g panas tidak berat sehingga baju ini sangat rekomended untuk diorder.

Masalah harga kami selalu memberi harga yang bersahabat yaitu tetap terjangkau dengan hasil yang memuaskan, waktu order tidak lama.. pesan order sekarang juga mumpung belum full quotanya..
Harganya Rp. 350.000/pcs net kalau ditawar jadi Rp. 400.000/pcs. 

Kamis, 24 November 2016



Selamat pagi teman - teman terima kasih sudah mampir di mari, belum ada tips yang saya bagikan lagi hanya sekedar mau cerita saja sih. ceritanya juga gak panjang - panjang amat kok semoga gak bosen membacanya. Beratnya beban himpitan hidup janganlah membuat kita menjadi putus asa dari rahmat alloh. Sejauh mana kita bisa berjuang sekaligus mendapatkan pahala kebaikan dari alloh karena hidup bukanlah hanya sekedar hidup. 
Perna

Sabtu, 19 November 2016

Busana muslimah


Baju ini namnya model lingkaran penuh. Jika di ukura keliling bawahnya bisa mencapai 12m. kelebihan pada model adalah keleluasannya dalam bergerak, seperti princes tetapi pada model ini juga ada yang harus diperhatikan yaitu saat berkendara motor. Baju ini sangat cocok untuk baju pada baju pesta, pada baju pengantin modern atau juga pada pengantin muslimah. kalau saat membuat baju ini dengan menggunakan bahan sifon yang ringan, bisa juga menggunakan bahan lainnya tetapi kalau pemilihan bahannya kainnya kaku maka akan berat jika dipakai. Biasanya pemilihan bahan kaku digunakan untuk gaun pesta atau gaun pengantin pada model2 yang modern harganya juga bisa jutaan rupiah. Untuk model ini kita tidak bisa menggunakan kain yang lebar 115cm kain yang bisa digunakan adalah bahan kain yang lebarnya 150cm atau lebih. Tapi model ini sempat menjadi trend sepanjang waktu hanya harganya memang lebih mahal dari harga baju pada biasanya... tapi baju ini bisa juga dibuat dengan menggunakan bahan wolpice, sutra arab dll tergantung selera.....

Jumat, 28 Oktober 2016

Memilih Jenis Usaha

Hai ketemu lagi dengan tulisan saya yang masih amburadul tapi ga masalah tetap di kangeni kan?. Beberapa waktu ini ada teman yang tanya " enaknya aku usaha apa ya?" atau barangkali anda yang pernah ditanya oleh teman atau saudara anda, dan bingung bagaimana menjawabnya.... Oke baiklah untuk menjawab semua pertanyaan di atas berikut ada beberapa tips yang barangkali bisa dijadikan acuan dalam memilih jenis usaha.

Pada prinsipnya menjalani usaha itu harus memenuhi 3 kriteria ya itu tekun, sabar , dan doa
kemudian buat list hobi kamu, ya hobinya bisa apa aja. Walau "makan" bukan masuk dalam kategori hobi tapi bolehlah kalau mau dijadikan sebagai list hobi kamu. Sudah ya... sudah bikin listnya?. Langkah selanjutnya memperhitungkan biaya hobi kamu, misalnya kalau kita punya hobi membaca, membeli sebuah buku harganya Rp. 50.000 tulis aja dulu ya... Sudah ditulis? jika sudah bayangkan jika kamu tak hanya sekedar hobi membaca tapi bagaimana dengan menulis? abaikan dulu kata " gak bisa ". Membaca memiliki biaya hobi yang relatif dinamis naik turun sesuai harga bukunya, tetapi menjadi penulis akan membuat hobi anda memilik biaya yang murah karena anda akan membaca tulisan anda sendiri. Dengan membaca kamu akan tahu mana tulisan yang baik mana yang tidak, karena untuk menjadi penulis yang baik kamu harus bisa menjadi pembaca yang baik.

Sekarang lagi marak orang jualan online mulai dari baju dan semuanya. Apa sih yang tidak bisa dijual online? Bidang yang saya geluti saat ini ada busana. Awalnya saya memang sudah hobi dalam menjahit, tapi katanya saya tidak berbakat dalam bidang ini. Tapi saya suka bidang ini. Sempat dulu mau ke lain hati tidak bidang menjahit tetapi ya balik lagi ke bidang ini karena saya suka. Bakat itu bukan satu - satunya alasan usaha itu berkembang. Tetapi bakat itu akan kalah dengan ketekunan, ketelatenan, kesabaran dan rejeki dari alloh. Jadi abaikan dulu kata " bakat" semua bisa dipelajari tergantung kemauan. 

Dalam memilih usaha hendaknya juga dipikirkan modal dan biayanya, yang pasti sebuah usaha itu pasti butuh modal. Pikirkan modal yang paling praktis dan paling murah. Dengan menggunakan memanfaatkan apa yang ada disekitar kita. Jangan membayangkan dulu biaya diluar jangkauan misalnya mau buka toko baju harus sewa toko yang pinggir jalan dengan harga kontrak yang mahal pertahunnya. Pikirkan dulu bagaimana jika rumah yang ditinggali bisa menjadi tempat usaha, dengan di kondisikan sedemikian rupa yang penting fokus pada dagangannya. Ingat ya... Usahakan jika dagangan didapatkan dari tanpa modal alias kita ambik ke orang lain uang omzet bukan uang kita... Karena banyak sekali usaha yang akhirnya gulung tikar karena kerjasama yang "macet" entah dari seller atau dari konsumennya. Sama berkembanglah harusnya, sisihkan omzet bayarkan hutang dan pakai keuntungannya dengan tenang. 

Intinya kalau kita mau memilih usaha pikirkan hal yang paling simple yang bisa kita lakukan dengan modal yang tidak memberatkan. Dengan prinsip jawa Tekun Tekan Teken insya alloh itu akan membawa kita pada perubahan yang lebih baik. 

Salam fatimah handayani informasi pemesanan busana wa 085729158084. Kami tidak membuka cabang dikota mana aja, hanya di yogyakarta.

Senin, 17 Oktober 2016

Butik Fatimah: Wasilah Pernikahan

Butik Fatimah: Wasilah Pernikahan: Apa itu wasilah pernikahan bahasa ngetrendnya sih makcomblang.... Siapa hayo yang pernah menjadi makcomblang buat temannya? Pasti rata - ra...

Wasilah Pernikahan

Apa itu wasilah pernikahan bahasa ngetrendnya sih makcomblang.... Siapa hayo yang pernah menjadi makcomblang buat temannya? Pasti rata - rata pernah ya?. Menjadi wasilah pernikahan itu bukan suatu profesi ya ingat menjadi wasilah pernikahan itu adalah panggilan hati membantu teman - teman yang belum menikah untuk dapat menyempurnakan separoh agama, dan menyatukan separo jiwanya. Tetapi ternyata tidak mudah ya menjadi wasilah nikah. Ada hal - hal yang harus kita pahami sebelum kita menjadi wasilah nikah terutama hal dibagian niat. ya niat segala sesuatu harus di dasari dengan niat. Sesungguhnya amal itu sesuatu dengan niatnya. 

Niatkan menjadi wasilah nikah untuk ibadah, beribadah membantu suatu kebaikan yang besar. Pernikahan itu mulia sedangkan perceraian sesuatu perbuatan tercela yang di sukai syaiton, Kenapa kita harus berniat ibadah? karena ibadah itu untuk alloh. 

Selanjutnya adalah iklash, iklash untuk beribadah kepada alloh karena pada prakteknya menjadi seorang wasilah itu seakan menjadi pembuka pintu ajaib doraemon dalam rumah tangga seseorang. Jika rumah tangga mereka baik bahagia belum tentu seorang wasilah nikah akan mendapatkan reward hadiah tetapi kalau rumah tangga mereka ternyata harus banyak yang di sesuaikan harus banyak yang dibangun maka wasilah nikah ini akan selalu di diingat dicela mungkin. Namanya tidaklah lagi harum seharum bunga mawar hehehe. Kenapa rumah tangga yang baru dibangun itu butuh penyesuaian karena sudah sama - sama besar dengan latar belakang sosial, masalah, dan pola didik pengalaman hidup yang berbeda disatukan dalam pernikahan pasti sangatlah susah pasti sangatlah tidak mudah. Kadang disinilah keiklshan wasilah diuji. Tahan tidak menahan kata - kata ghibahan yang terlontar dari pasangan yang diwasilahi, tahan tidak menahan sedihnya saat disalahkan? padahal sebuah pernikahan tak melulu hanya soal kesedihan dan kekurangan, padahal dalam pernikahan tak hanya melulu soalnya kemiskinan dan kekayaan, padahal pernikahan tak hanya melulu soal rumah yang lapang atau sempit tapi dalam pernikahan itu ada separoh agama yang sempurna, ada ibadah kemuliaan yang luar biasa. Bahkan seorang istri seorang perempuan yang dia melaksanakan sholat lima waktu, menjaga kehormatannya, melaksanakan puasanya ramadhan dan mentaati suaminya maka insya alloh dia bisa masuk ke dalam surga lewat pintu dimana saja yang dikehendaki.

Tapi mentaati suami tidaklah semudah membalikkan tangan ya guys.... namanya aja balasan surga taukan ciri keadaan surga? Kenikmatan yang tidak dapat dibayangkan oleh makluk didunia. Wajar kalau saat memperjuangkannya penuh uraian air mata. Harus bersusah payah melayani suami, harus bersusah payah melakukan kewajiban tetapi haknya belum tentu dapat, pokoknya masih banyak lagi problematika dalam sebuah pernikahan.  Tetapi juga tidak boleh dikesampingkan bahwa dengan menikah kita bisa memiliki teman hidup, teman hidup teman sesurga. teman bercerita, teman mengeluh bahkan pasangan hidup itu berusaha membahagiakan kita dengan cinta, berusaha membuat senyum dibibir kita membuat walau kadang membuat tangis juga, tapi semuanya itu lika liku dalam hidup.... Tetapi yang harus dipahami adalah jodoh itu dari alloh bukan dari wasilah nikah, wasilah nikah hanya orang yang kebetulan menjadi wasilah bertemunya kamu dengan pasangan hidup, selebihnya mau bagaimana caramu menjalani hidup itu terserah padamu.... bagaimana mau memanage kehidupan rumah tangga itu terserah pada masing - masing orang tapi yakinlah bahwa setiap rumah tangga itu diawal - awal itu pasti ada penyesuaian yang tidak mudah jika ada pasangan yang saat ini terlihat harmonis, kaya raya jadi jutawaan dermawan dan rumah megah, atau masih kontrak dan kompak dan terlihat tertawa bahagia dll itu mereka pun juga pernah mengalami yang namanya penyesuaian yang tidak mudah, yang harus berlapang hati menerima keadaan dan kekurangan pasangannya, yang dengan berat hati aku mengalahkan egonya demi sebuah ibadah rumah tangga, yang mengalah tersenyum saat pasangannya tidak bisa segera memberikan senyum padanya..... 

Ya secuil pesan untukmu para wasilah nikah... Janganlah surut semagatnya untuk berbuat kebaikan janganlah surut untuk menjadi wasilah nikah... Teman - teman kalian, saudara - saudara kalian yang masih sendiri ayo diwasilahi untuk menikah. 
Ditulis oleh fatimah handayani,
Yogyakarta, 18/10/2016